Senin, 31 Desember 2012

laporan Klasifikasi Buah dan Bji

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Akar, batang, daun, serta bagian-bagian tumbuhan lainnya merupakan bagian-bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan (untuk penyerapan makanan, pengolahan bahan-bahan yang diserap menjadi bahan-bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan hidupanya, pernafasan, pertumbuhan, tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat-alat tersebut seringkali dinamakan pula alat-alat pertumbuhan atau alat-alat vegetatif (Mulyani, 2006).
Sebelum tumbuhan mati, biasannya telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Salah satu alat perkembangbiakan pada tumbuhan yakni dengan perkembangbiakan generatif yang mana nantinya akan dihasilkan alat perkembangbiakan atau biasa juga disebut bunga. Dan dari bunga nantinya akan dihasilkan suatu organ yang berupa buah sebagai hasil dari bunga yang tadi. Dalam buah sendiri terdapat biji sebagai inti dari buah yang mana ini nantinya akan berguna sebagai bakal calon tanaman baru. Sehingga menarik sekali dalam mempelajari tentang struktur dari buah dan biji ini untuk kita jadikan sebagai panduan dalam memperbanyak tanaman melalui biji (Mulyani, 2006).
Setiap biji matang (mature seed) selalu terdiri paling kurang 2 bagian yaitu:
1.      Embrio (need), terbentuk atau berasal dari telur yang dibuahi (zygote) dengan mengalami pebelahan sel di dalam embrio.
2.      Kulit biji (testa) terbentuk atau berasal dari integument (satu atau lebih) dari ovule  (Kartasapoetra, 2003).
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan dapat menggambarkan bagian-bagian buah dan biji.

TINJAUAN PUSTAKA
Buah (Fructus)
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam dua golongan, yaitu :
1.            Buah semu atau buah tertutup, yaitu buah terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain bunga, yang perlahan menjadi bagian utama buah ini, sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
2.            Buah sungguh atau buah telanjang, yang melulu terjadi dari bakal buah, dan jika ada bagian bunga lainnya yang masih tinggal bagian ini tidak merupakan bagian buah yang berarti (Tjitrosoepomo, 1985).
Buah Semu
Buah semu dapat dibedakan atas :
1.            Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan.
2.            Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga itu yang ikut tumbuh, dan  merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
3.            Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi   seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka  (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini (Tjitrosoepomo, 1985).
Buah Sejati
Buah sejati terdapat 3 golongan, yaitu :
1.      Buah sejati tunggal, ialah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih, dapat pula tersusun dari satu atau banyak daun buah dengan satu atau banyak ruangan, misalnya :
-          Buah mangga (Mangifera indica L.), mempunyai satu ruang dengan satu biji.
-          Buah pepaya (Carica papaya L.), terjadi dari beberapa daun buah dengan satu ruang dan banyak biji.
-          Buah durian (Durio zibethinus Murr.), yang terdiri atas beberapa daun buah, mempunyai beberapa ruang, dalam tiap ruangnya terdapat beberapa biji.
2.      Buah sejati ganda, terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain, dan masing-masing bakal buah menjadi satu buah, misalnya pada cempaka (Michelia champaka Bail.).
3.      Buah sejati majemuk, yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk, yang masing-masing bunganya mendukung satu bakal buah, tetapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga seluruhnya tampak seperti buah saja, misalnya pada pandan (Pandanus tectorius Sol.) (Rifai, 1976).
Buah Sejati Tunggal
Buah sejati tunggal dapat dibedakan lagi dalam dua golongan, yaitu :
1.      Buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperti kulit yang kering, misalnya buah kacang tanah (Arachis hypogoea L.), padi (Oryza sativa L.).
2.      Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus), ialah jika dinding buahnya menjadi tebal berdaging. Dinding buah seringkali dengan jelas dapat dibedakan dalam tiga lapisan yaitu:
a.       Kulit luar (exocarpium atau epicarpium), lapisan tipis, tetapi kuat atau kaku seperti kulit dengan permukaan yang licin.
b.      Kulit tengah (mesocarpium) biasanya tebal berdaging atau berserabut, dan jika lapisan ini dapat dimakan, maka lapisan inilah yang dinamakan daging buah (sarcocarpium), misalnya pada mangga (Mangifera indica).
c.       Kulit dalam (endocarpium), yang berbatasan dengan ruang yang mengandungbijinya, cukup tebal dan keras misalnya pada kenari (Canarium commune L.), kelapa (Cococ nucifera L.) (Rifai, 1976).
Buah Sejati Ganda
Buah sejati ganda adalah buah yang terjadi dari satu bunga dengan banyak bakal buah yang masingmasing  bebas, dan kemudian tumbuh menjadi buah sejati, tetapi kesemuanya tetap berkumpul pada satu tangkai. Menurut sifat masing-masing buah yang berkumpul tadi, buah sejati ganda dapat dibedakan dalam :
1.      Buah kurung ganda, misalnya pada mawar (Rosa hybrida Hort.), dalam badan yang berasal dari dasar bunganya yang berbentuk periuk terdapat banyak buah-buah kurung.
2.      Buah batu ganda. Pada jenis-jenis rubus (Rubus fraxinifolius Poir.).bunga banyak bakal buah, yang kemudian masing-masing tumbuh menjadi buah batu.
3.      Buah bumbung ganda, berasal dari bunga dengan beberapa bakal buah yang masing-masing tumbuh menjadi buah bumbung, terdapat a.l. pada pohon cempaka (Michelia champaka L.).
4.      Buah buni ganda, seperti di atas, tetapi bakal buah berubah menjadi buah buni, misalnya srikaya (Annona squamosa L.) (Rifai, 1976).
Buah Sejati Majemuk
Sama halnya dengan buah sejati ganda, buah sejati majemuk dapat dibedakan atas :
1.      Buah buni majemuk, jika bakal buah masing-masing bunga dalam bunga majemuk membentuk suatu buah buni, misalnya pada nenas (Ananas comosus Merr.). Pada buah nenas pada pembentukan buah ikut pula mengambil bagian daun-daun pelindung dan daun-daun tenda bunga sehingga keseluruhannya nampak sebagai satu buah saja.
2.      Buah batu majemuk, misalnya terdapat pada pandan (Pandanus tectorius Sol.). Pada pandan rangkaian bunga betinanya setelah mengalami penyerbukan, berubah menjadi buah batu majemuk, yang masih kelihatan sebelah luarnya. Bahwa kelompokan buah itu adalah kumpulan banyak buah.
3.      Buah kurung majemuk, misalnya pada bunga matahari (Helianthus annus L.). Bunga tumbuhan ini terdiri atas bunga-bunga mandul di tepi dan bunga yang subur di tengah. Dan karena tiap bunga yang subur itu setelah penyerbukan pembuahan berubah menjadi sebuah buah kurung, maka seluruh bunga akan berubah menjadi suatu buah kurung majemuk (Rifai, 1976).
Biji (Semen)
Pada awalnya biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji tempat pelekatan tali pusar dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas tali pusar umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubung sebagai biji saja. Salut biji ada yang :
1.            Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian (Durio zibethinus Murr), biji rambutan (Nephelium lappaceum L.).
2.            Menyerupai kulit dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya pada biji pala (Myristica fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti bijinya sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan lainnya, antara lain sebagai bahan obat (Rifai, 1976).
Bagian-Bagian Biji
Bagian-bagian biji dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu: bagian dasar biji dan bagian non dasar biji.
Bagian-bagian dasar biji
1.      Embrio, adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang berkembangnya sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut : epikotil (calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon (calon daun) dan radikula (calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae diklasifikasikan oleh banyaknya jumlah kotiledon. Tanaman monokotiledon mempunyai satu kotiledon misalnya : rerumputan dan bawang. Tanaman dikotiledon mempunyai dua kotiledon misalnya kacang-kacangan sedangakan pada kelas Gymnospermae pada umumnya mempunyai lebih dari 2 kotiledon misalnya pinus, yang mempunyai sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti ini disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat akar embrionik yang disebut radicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang disebut coleorhiza.
2.      Jaringan penyimpan cadangan makanan Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotoledon, misalnya pada kacang-kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan merupakan endospermnya. Perisperm, misal pada famili Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae, Gametophytic betina yang haploid misal pada kelas Gymnospermae yaitu pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal biji bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein, biji padi mengandung banyak karbohidrat.
3.      Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecokelatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan cendawan, bakteri dan insekta.Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat beberapa perbedaan diantara sub kelas monokotiledon dan dikotiledon dimana pada : Sub kelas monokotiledon : cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji masak dan dikecambhakan serta telah menyerap air. Contoh jagung, padi, gandum. Sub kelas dikotiledon : cadangan makanan yang terdapat dalam kotileodon atau perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh kacang-kacangan, bunga matahari dan labu (Sutopo, 2002).
Bagian-bagian non dasar biji
1.      Kulit Biji (spermodermis), berasal dari selaput bakal biji (integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit biji dari tumbuhan biji tertutup (Angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu :
a.       Lapisan Kulit Luar (testa), ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu atau batu. Bagian ini merupakan pelindung utama bagian biji yang di dalam. Lapisan luar ini dapat memperlihatkan warna dan gambaran yang berbeda-beda: merah, biru, perang, kehijau-hijauan, ada yang licin rata, mempunyai permukaan keriput.
b.      Lapisan Kulit Dalam (tegmen), tipis seperti selaput, dinamakan juga kulit ari. Pada pembentukan kulit biji dapat pula ikut serta bagian bakal biji yang lebih dalam daripada integumentumnya, misalnya lain bagian jaringan nuselus yang terluar. Biji yang kulitnya terdiri atas dua lapisan itu umumnya adalah biji tumbuhan biji tertutup (Angiospermae). Pada tumbuhan biji talanjang (Gymnospermae), biji malahan mempunyai tiga lapisan seperti pada biji belinjo (Gnetum gnemon K), padahal bakal biji tumbuhan biji telanjang umumnya hanya mempunyai satu integementum saja. Ketiga lapisan kulit biji seperti pada melinjo itu masing-masing dinamakan:
a)      Kulit luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda berwarna hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah.
b)      Kulit tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu,  menyerupai kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.
c)      Kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada inti biji Pada kulit luar biji itu masih dapat ditemukan bagian-bagian lain, misalnya:
1)      Sayap (ala), alat tambahan berupa sayap pada kulit luar biji, dan dengan demikian biji mudah dipencarkan oleh angin, ch. pada spatodea (Spathodea campanulata P.B.), kelor (Moringa oleifera Lamk).
2)      Bulu (coma), yaitu penonjolan sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut yang halus, memudahkan biji ditiup oleh angin, ch. pada kapas (Gossypium), biduri (Calotropis gigantean Dryand).
3)      Salut biji (arillus), yang biasanya berasal dari pertumbuhan tali pusar, misalnya pada biji durian (Durio zibethinus Murr).
4)      Salut Biji semu (arillodium), seperti salu biji, tetapi tidak berasal dari tali pusar. Melainkan tumbuh dari bagian sekitar liang bakal biji (micropyle). Macis pada biji pala sebenarnya adalah suatu salut biji semu.
5)      Pusar biji (hilus), yaitu bagian kulit luar biji bekas perlekatan dengan tali pusar, biasanya kelihatan kasar dan mempunyai warna yang berlainan dengan bagian lain kulit biji. Pusar biji jelas kelihatan pada biji tumbuhan berbuah polong, misalnya ; Kacang panjang (Vigna Sinensis Edl), kacang merah (Phaseolus vulgaris L). Dll.Liang biji (micropyle), ialah liang kecil bekas jalan masuknya buluh serbuk sari ke dalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi liang inii seringkali tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan, lunak, yang disebut karunkula (caruncula). Jika badan yang berasal dari tepi liang ini sampai merupakan salut biji, maka disebut salut biji semu (arillodium).
6)      Bekas-bekas pembuluh pengangkutan (chalaza), yaitu tempat pertemuan integumen dengan nuselus, masih kelihatan pada biji anggur (Vitis vinifera.L).
7)      Tulang biji (raphe), yaitu tali pusar pada biji, biasanya hanya kelihatan pada biji yang berasal dari bakal biji yang mengangguk (anatropus), dan pada biji biasanya tak begitu jelas lagi, masih kelihatan misalnya pada biji jarak (Ricinus communis L).
2.      Tali pusar (funiculus), merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni, jadi merupakan tangkainya biji. Jika biji masak, biasanya bijii terlepas dari tali pusarnya (tangkai biji), dan pada biji hanya tampak bekasnya yang dikenal sebagai pusar biji (lihat perihal kulit biji).
3.      Inti biji atai isi biji (nucleus seminis), ialah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya, oleh sebab itu inti biji juga dapat dinamakan isi biji, inti biji terdiri dari:
1.      Lembaga (embryo), yang merupakan calon individu baru.
2.      Putih Lembaga (albumen), jaringan berisi cadangan makanan untuk masa permulaan kehidupan tumbuhan baru (kecambah) sebelum dapat mencari makanan sendiri (Hariana, 2005).
Pada dasarnya biji mempunyai susunan yang tidak berbeda dengan bakal biji, tetapi dipergunakan nama-nama yang berlainan untuk bagian-bagian yang sama asalnya, misalnya : Integumentum pada bakal biji, kalau sudah menjadi biji merupakan kulit biji (spermodermis) (Rifai, 1976).
METODE PRAKTIKUM
Alat dan Bahan
Alat:
Buku gambar, dipergunakan sebagai media untuk menggambar daun.
Pensil warna, dipergunakan sebagai alat pewarna daun.
Alat tulis, dipergunkan sebagai alat untuk membuat laporan sementara.
Cutter, dipergunakan sebagai alat untuk memotong buah dan biji.
Bahan:
Buah kelapa sawit (Elaeis guineensis) 4 biji dan buah rambutan (Nephelium lappaceum) 4 biji yang berguna sebagai bahan yang akan diamti.
Prosedur Kerja
1.      Menyiapkan  alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      menggambar buah yang utuh
3.      Pisahkan biji dari buah (rabutan  = 2 buah, kelapa sawit = 2 buah).
4.      Masing-masing buah dan biji dipotong menggunakan cutter secara melintang dan membujur.
5.      Gambar buah dan biji yang telah dibelah secara melintang dan membujur.
6.      Tentukan bagian-bagian buah yang telah dibelah dan diberi keterangan.
7.      Tentukan bagian dari biji:
Ø  Kulit biji.
Ø  Tali pusar: tangkai biji.
Ø  Inti biji/isis biji.
Ø  Embryo: calon tumbuhan baru atau tumbuhan mini yang ada dalam  biji.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jumat, 09 November 2012, pukul 14.00-16.00, bertempat di Lapangan Bola, Universiatas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Flowchart: Alternate Process: Gambar buah sawit yang utuh
                                                                    Klasifikasi tanaman:
Kingdom         : Plantae.
Divisi               : Embriophyta.
Subdivisi         : Angiospermae.
Kelas               : Monocotyledonae.
Ordo                : Palmaceae.
Famili              : Palmales.
Genus              : Elaeis.
Spesies            : Elaeis guineensis Jacq.





Flowchart: Alternate Process: Gambar buah sawit membujur


Flowchart: Alternate Process: Gambar buah sawit  melintang
 
                                                       
                                                                       




Keterangan:
1.      Eksoskarp.      4.  Endosperm.              
2.      Mesoskarp.      5.  Embrio.
3.      Endoskarp.


Flowchart: Alternate Process: Gambar biji sawit utuh
 
   Keterangan:
1.Endoskarp.










Flowchart: Alternate Process: Gambar biji sawit melintang
Flowchart: Alternate Process: Gambar biji sawit mebujur
 


           
.


                                                                 

Keterenagan:
1.      Endoskarp.
2.      Endosperm.
3.      Embrio.






Flowchart: Alternate Process: Gambar buah rambutan yang utuh
 
Klasifikasi tanaman:
Kingdom             : Plantae.
Subkingdom        : Tracheobionta.
Super Divisi         : Spermatophyta.
Divisi                   : Magnoliophyta.
Kelas                    : Magnoliopsida.
Sub Kelas                        : Rosidae.   
Ordo                    : Sapindales.
Famillii                 :
Sapindaceae.
Genus                  :
Nephelium.
Spesies                 : Nephelium lappaceum L.





Flowchart: Alternate Process: Gambar buah rambutan melintang
Flowchart: Alternate Process: Gambar buah rambutan melintang
 



                                                                 





Keterangan:
1.      Eksokarp.        2.  Endokarp.


Flowchart: Alternate Process: Gambar biji rambutan utuh
 
            Keterangan:
1.      Spermodermis











Flowchart: Alternate Process: Gambar biji rambutan melintang
Flowchart: Alternate Process: Gambar biji rambutan membujur
 







                                                           


Keterangan:
1.      Nucleos semini
2.      Spermodermis
3.      Funiculu.



Pembahasan
Tanaman sawit dengan tipe cangkang pisifera bersifat female steril sehingga sangat jarang menghasilkan tandan buah dan dalam produksi benih unggul digunakan sebagai tetua jantan. Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah. Minyak dihasilkan oleh buah. Kandungan minyak bertambah sesuai kematangan buah. Setelah melewati fase matang, kandungan asam lemak bebas (FFA, free fatty acid) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya, buah kelapa sawit terdiri dari lima lapisan yaitu:
1.      Eksoskarp : Bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
2.      Mesoskarp : Serabut buah
3.      Endoskarp : Cangkang pelindung inti
4.      Endosperm : Biji
5.      Embrio       : Lembaga (Sastrosayono, 2003).
Kelapa sawit memiliki banyak jenis, berdasarkan ketebalan cangkangnya kelapa sawit dibagi menjadi 3 yakni :
1.      Dura,
2.      Pisifera, dan
3.      Tenera (Sastrosayono, 2003).
                     Tenera adalah persilangan antara induk Dura dan Pisifera. Jenis ini dianggap bibit unggul sebab melengkapi kekurangan masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis namun bunga betinanya tetap fertil. Beberapa tenera unggul, persentase daging perbuahnya dapat mencapai 90% dan kandungan minyak pertandannya dapat mencapai 28% (Sastrosayono, 2003).
                     Biji merupakan bagian buah yang telah terpisah dari daging buah. Ukuran tergantung tipe tanaman. Biji terdiri dari cangkang, embrio dan inti atau endosperm. Embrio panjangnya 3 mm (Syamsulbahri, 1996).
                     Buah rambutan terbukus kulit yang memiliki rambut di bagian luarnya (eksokarp). warnanya hijau ketika masih muda lalu berangsur kuning iingga merah ketika masak, daging buah yang berwarna putih (endokarp), bagian buah yang dimakan (Semutuyet, 2012).
Anatomi biji rambutan adalah testa, arillus, embrio (radikula dan plumula) dan endosperm. Testa memiliki sifat yaitu tipis, kaku seperti kulit, keras seperti kayu/batu dan memiliki keadaan warna yang bervariasi. Arilus adalah merupakan pertumbuhan dari tali pusar, embrio merupakan calon individu baru, dan endosperm adalah jika berasal dari sel-sel yang berasal dari inti kandung lembaga sekunder, yang setelah dibuahi oleh salah satu inti sperma, membelah menjadi jaringan penimbun makanan dan hanya ditemukan pada tumbuhan angiospermae (Semutuyet, 2012).

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang kami lakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Adapun fungsi dari buah diantaranya yaitu tempat terbentuknya embryo yang merupakan calon tumbuhan baru, yang nantinya akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
2.      Buah sejati adalah buah yang berasal dari bakal buah dan tidak melibatkan perkembangan bagian-bagian bunga yang lain sedangkan  buah semu adalah buah yang berasal dari bakal buah dan bagian-bagian buah yang lain yang yang justru menjadi bagian yang menyolok pada  buah.
3.      Buah ditinjau dari asal perkembangannya dibedakan atas tiga bagian, yakni buah tunggal yang berasal dari bunga dengan satu bakal buah; buah ganda yakni buah yang berasal dari satu bunga dengan  beberapa bakal buah dan buah majemuk, yakni buah yang berasal dari buah  majemuk.
4.      Lapisan dinding buah terdiri atas tiga bagian, yakni epicarpium, mesocarpium dan    endocarpium
5.      Biji  tersusun atas  tiga komponen, yakni kulit biji (spermodermis),  tali pusar (funiculus) dan inti biji (Nucleus seminis).
Saran
Dari hasil praktikum yang dilakukan, penulis memberikan saran yaitu pada saat praktikum berlangsung maka praktikum harus memperhatikan bagaimana mengamati suatu objek yang diamati agar mengetahui tujuan dari praktikum. Setiap pembelajaran butuh keseriusan, yang menjadi bekal kedua setelah kemauan agar keberhasilan tercapai. Saran saya sebagai pembelajaran dalam praktikum selanjutnya agar disetiap praktikum dapat lebih teratur lagi, penuh keseriusan dalam menekuninya agar bisa menjadi hasil dari peneliti yang sesungguhnya.

DAFTAR PUSTAKA
Hariana, A. 2005. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. PT. Penebar Swadaya. Depok.
Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologi Benih. Rineka Cipta. Jakarta.
Mulyani, dkk. 2006. Ramuan Tradisional untuk Penderita Asma. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rifai. 1976. Keanekaragaman Tumbuhan. UM press. Malang.
Sastrosayono, S. 2003. Budidaya Kelapa Sawit . Penerbit PT Agro Media Pustaka. Jakarta Selatan.
Semutuyet. 2012. Morfologi Biji.http://semutuyet.blogspot.com/2012/06/morfologi-biji.html/, 03 Juli 2012 Pukul 09.40 WITA.
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Fakultas Pertanian UNBRAW. Malang.
Syamsulbahri. 1996. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. UGM Press. Jakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada  Press. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar